Selasa, 11 Juli 2017

Fodim's Highlight

Atma Jaya Warrior

Strive and Persistence for Greatness

Hai fodimers dan sobat atma, apakah temen-temen sudah tahu Unika Atma Jaya mempunyai nilai-nilai pokok? Yap, betul sekali. Nilai-nilai pokok tersebut adalah KUPP (Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli). UKM Fodim bekerja sama dengan UKM OASE beserta dengan karyawan Unika Atma Jaya mengadakan suatu acara yang mencerminkan pada salah satu nilai KUPP nih, nilai tersebut adalah peduli. Acara tersebut bernama Atma Jaya Warrior yang bertemakan “Strive and Persistence for Greatness”. Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 20 Mei 2017 dan Minggu, 21 Mei 2017 di desa Cibogo.

Terdapat beberapa kegiatan besar yang dapat teman-teman lihat. Kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah kegiatan pelatihan. Pelatihan ini bermanfaat untuk mengajarkan ibu-ibu serta anak muda untuk merangkai manik-manik menjadi aksesoris, seperti tas, rosario, tempat tisu dan lainnya. Tentunya dengan hal ini, membuat ibu-ibu dan anak muda dapat meningkatkan sisi kreativitasnya.
Sesi yang tak kalah seru adalah sesi diskusi, sesi ini dikemas dalam bentuk seminar. Terdapat 2 sesi. Sesi pertama membahas mengenai koperasi. Pada sesi tersebut, hal-hal yang yang dibahas adalah mengenai langkah-langkah dalam membangun sebuah koperasi. Sesi kedua adalah sesi mengenaik kewirausahaan, dalam sesi ini membahas mengenail cara dalam mempergunakan peluang usaha di zaman sekarang. Pada dua sesi tersebut, terlihat antusiasme dari ibu-ibu desa Cibogo, yang dilihat dari pertanyaan yang telah mereka lontarkan.
Tak cuma mengadakan diskusi saja, di acara ini panitia juga mengadakan pos kesehatan yang bekerja sama dengan mahasiswa/i fakultas kedokteran Unika Atma Jaya loh. Pada kegiatan ini, warga desa Cibogo dapat melakukan pengecekan golongan darah secara gratis, yang diperuntukkan bagi warga desa Cibogo yang termasuk dalam kelas sosial-ekonomi menengah ke bawah.
Sebelumnya sudah ada kegiatan untuk kalangan dewasa maupun remaja, ada tidak ya kegiatan yang cocok untuk adik-adik kita di desa Cibogo yang masih kecil? Tentu ada nih temen-temen. Terdapat lomba mewarnai untuk anak-anak bagi 1-3 SD dan lomba menggambar bagi anak-anak kelas 4-6 SD. Tak Cuma bagi kalangan dewasa saja yang dapat menyalurkan kreativitasnya dalam acara ini, adik-adik kita di desa Cibogo yang masih kecil juga dapat menyalurkan kreativitasnya melalui lomba mewarnai dan menggambar.
Acara ini tidak selesai begitu saja. Semoga ilmu-ilmu yang sudah dibagikan dapat berguna untuk kehidupan warga desa Cibogo sehari-hari. Bukan hanya warga desa Cibogo saja yang mendapat berbagai pembelajaran, tetapi dari panitia Atma Jaya Warrior sendiri mendapatkan pembelajaran bahwa peduli terhadap sesama harus menjadi suatu kerinduan dan bukan sebagai kewajiban. 




Minggu, 09 Juli 2017

Fodim's Highlight

Fodim Awards 2017 :
A Night Full of Stars

Hampir satu tahun berlalu sejak pelantikan kepengurusan Fodim 2016/2017. Masih ingatkah Fodimers, tanggal 10 Agustus 2016 merupakan pelantikan Christian Reynaldo sebagai ketua beserta jajaran pengurusnya? Kalau lupa, kalian bisa cek di link ini yaaa… http://fodim-uaj.blogspot.co.id/2016/08/pelantikan-pengurus-ukm-fodim-2016-2017.html
Para Ketua Panitia dari Acara di UKM Fodim
Selama hampir satu tahun, sudah banyak acara dan kegiatan yang sudah dilakukan. Mulai dari Diskusi Gebrakan, Sipostaru XXV, Fodim External Discussion, HUT Fodim, dan masih banyak lagi. Nah, untukmengapresiasi setiap usaha dan kerja keras dari Fodimers yang menjadi panitia, maka Divisi Kesejahteraan Anggota (KA) dengan bangga mempersembahkan acara Fodim Awards 2017 : A Night Full of Stars.
Best Divisi Acara

Best Divisi APTK

Best Divisi Dakons

Best Divisi Pubregdok

Best Sekertaris

Best Moderator D'Friends
Acara yang sekaligus menjadi persembahan terakhir dari Divisi KA ini bisa dikatakan berhasil menutup kepengurusan UKM Fodim periode 2016/2017 dengan cantik. Acara yang berlangsung tanggal 3 Juni lalu ini bertempat di Aula BKS dengan ketua panitia, yaitu Jhon Saifan. Acara yang cukup meriah dengan nuansa merah keemasan dibawakan oleh dua Master of Ceremony yang cantik, yakni Clara Margaretha dan Abigail Pramesi dari Sipostaru XXV.
Clara dan Abigail sebagai Master of Ceremony

Christian Reynaldo sebagai Ketua Umum Fodim periode 2016/2017

Mba Atink sebagai Pendamping UKM Fodim

Chris Bintang Juliana sebagai Ketua Umum Fodim periode 2017/2018
Penampilan band dari Fodimers menjadi pembuka yang manis, dilanjutkan dengan pembacaan nominasi dari setiap divisi dalam kepanitiaan. Tak hanya itu, setiap pembacaan nominasi diselingi dengan parodi iklan, layaknya acara awards di televisi. Ada juga penampilan dari Master Limbad dan Limbid (adiknya) yang diperankan oleh Monic dan Ardo. Ketika sudah waktu berbuka puasa, para Fodimers diundang untuk makan bersama dan berfoto-foto di hiasan dinding yang telah didekorasi oleh panitia.
Master Limbad dan Limbid
Nah, setelah itu ada penampilan lip sync dari Afgan ft. Rossa yang diperankan oleh Einstain dan Anastasia. Mereka berdua tampak serasi saat tampil bersama di atas panggung. Acara tersebut semakin menuju puncak kemeriahan dengan adanya kejutan-kejutan, seperti pemberian penghargaan kepada seluruh Ketua Panitia, pembacaan nominasi Best Moderator of D’Friends, King and Queen Sipostaru XXV, dan penghargaan untuk seluruh pengurus periode 2016/2017.
King and Queen Sipostaru XXV
Tak berhenti sampai di situ, ternyata Koordinator Divisi KA, yaitu Aditya memberikan kejutan untuk kedua staffnya, yakni Resya dan Ifan dengan video dan gambar yang dibuatnya sendiri. Tak kuasa menahan air mata, Resya dan Ifan maju ke depan dan mereka bertiga saling mencurahkan air mata. Yap, mungkin ini yang terakhir kalian memberi kami senyum, kebahagiaan, dan cinta sebagai KA. Namun, ini bukan yang terakhir untuk berkarya bersama dengan Fodim, tetapi ini merupakan awal dari perjalanan langkah untuk menuju masa depan yang indah, Fodimers. Jadi apakah malammu sudah penuh dengan bintang?
Pengurus Fodim periode 2016/2017

Jumat, 07 Juli 2017

Fodim's Highlight

Morning (Moderator Training)
Connect to be Perfect
Halo, Fodimers! Fodim’s Highlight edisi kali ini akan membahas mengenai salah satu acara pelatihan internal yang diadakan oleh UKM Fodim,  yaitu moderator training atau yang disingkat menjadi Morning. Morning merupakan salah satu program kerja dari divisi SDM Fodim yang bertujuan untuk mengajarkan kepada anggota baru Sipostaru XXV mengenai bagaimana moderator memimpin jalannya sebuah diskusi dan mengarahkan jalannya diskusi agar sesuai dengan butir-butir pembahasan. Di samping itu,  morning merupakan wadah bagi para anggota baru untuk mempersiapkan diri dan berlatih agar ke depannya siap menjadi moderator dalam acara Fodim maupun di luar Fodim.
Pertama-tama,  acara ini dibuka oleh Master of Ceremony, yaitu Inryono Kusuma yang kemudian mempersilahkan Felicia Jesslyn untuk maju memberikan kata sambutannya selaku ketua Morning. Berdasarkan tujuan acara yang telah disampaikan di atas, maka Morning ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama yang dibawakan oleh Chris Bintang Juliana dan sesi kedua dibawakan oleh Julinus Omrie Napitupulu atau yang akrab dipanggil Ka Julinus.
Sesi pertama dibawakan oleh Chris Bintang Juliana 
Pada  sesi pertama yang dibawakan oleh Juli ini membahas mengenai “Apa itu Moderator?”  yang menjelaskan mengenai apa peran moderator itu, lalu apa bedanya antara moderator dengan MC, dan seberapa penting moderator itu dalam suatu diskusi. Pada sesi pertama ini terdapat inti yang ingin disampaikan kepada peserta bahwa moderator diibaratkan sebagai mediator agar pesan yang hendak disampaikan oleh pembicara dapat tersampaikan dengan baik kepada peserta dalam sebuah diskusi. Jadi, peran moderator sangatlah penting dalam sebuah diskusi karena tanpa moderator diskusi dapat menjadi kacau dan tidak terarah sehingga tujuan dari diskusi tidak tercapai.  
Sesi kedua dibawakan oleh Julinus Omrie Napitupulu
Setelah sesi pertama usai, selanjutnya sesi kedua dibawakan oleh kak Julinus. Dalam sesinya kali ini,  kak Julinus membahas mengenai teknis sebagai moderator. Dari sesi kedua ini, ada beberapa hal-hal yang disampaikan kepada peserta mengenai apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menjadi moderator dalam acara diskusi dan teknik-teknik yang dapat dilakukan oleh seorang moderator. Kak Julinus juga menyampaikan bahwa teknik memoderatori diskusi yang baik itu tidak hanya pada lingkup di dalam diskusi saja, namun teknik-teknik sebagai moderator juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Simulasi

Simulasi

Setelah penyampaian materi oleh Juli dan Kak Julinus, kemudian acara ini dilanjutkan dengan simulasi dari para peserta terkait materi yang telah disampaikan oleh kedua fasilitator. Nah,  bagaimana Fodimers dan sobat Atma, seru kan ulasan mengenai acara Moderator
Training ini? Jangan lupa untuk baca Fodim’s Highlight berikutnya ya ^^


Rabu, 05 Juli 2017

Fodim's Highlight

Melody of Diversity

Suatu negara tentu memiliki berbagai macam keberagaman di dalamnya, seperti contohnya adalah Indonesia. Negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan ras. Suatu keberagaman pastinya akan menciptakan sudut pandang yang berbeda pula terhadap suatu hal. Membuat  pandangan setiap orang menjadi sama bukanlah hal yang mudah, namun itu merupakan keharusan sebuah negara dalam menentukan suatu kebijakan.

Tapi lain halnya apabila pandangan-pandangan yang berbeda tersebut tidak dapat mencapai satu tujuan yang sama. Begitu banyak berita yang dapat kita lihat akhir-akhir ini melontarkan isu tentang hal-hal yang berbau unsur “perbedaan”. Lalu bagaimanakah cara untuk mengatasinya?
Ini dapat diatasi  apabila semua orang memiliki rasa toleransi. Tak perlu langsung berlomba-lomba untuk  mengingatkan atau menggalakkan kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa tolerasi, tapi mulailah dari langkah kecil.  Pertama, mulailah terapkan dari diri sendiri untuk dapat bertoleransi terhadap sesama, karena perlahan-lahan ini juga akan mempengaruhi orang-orang di sekitar dan secara tidak langsung ini akan menggerakkan mereka juga untuk menyampaikan kepada orang-orang di sekitar mereka. Dengan begitu, setiap orang akan menyadari pentingnya rasa toleransi dan apabila pesan itu dapat tersampaikan dengan benar, maka dapat mengubah seluruh masyarakat di satu negara, bahkan satu dunia.

Berangkat dari hal tersebut, UKM Fodim bekerja sama dengan Young Eagles mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Melody of Diversity” yang diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2017 dan bertempat di gedung BKS 212 Unika Atma Jaya.
Dalam acara ini, hal pertama yang dilakukan adalah kegiatan untuk mengenal lebih dekat teman-teman dari Young Eagles dan begitu juga sebaliknya. Sebelum melakukan FGD, peserta diajak untuk bermain sebuah games. Di dalam games yang membuat peserta lebih bersemangat ini, disisipkan makna di dalamnya bahwa dari  masing-masing individu pasti mempunyai beberapa perbedaan yang bukan harus dijadikan sebuah permasalahan. Namun, patut dijadikan sebagai lambang persatuan.
Setelah selesai bermain games tersebut, barulah sesi FGD dimulai. Pada FGD kali ini, peserta dibagi dalam 2 kelompok yang mendiskusikan pembahasan yang sama. Beberapa hal yang dibahas dalam FGD ini, yaitu pertama, di satu sisi negara yang mempunyai keberagaman dapat menjadi suatu kekuatan dan juga kelemahan. Kedua, membahas mengenai masalah keberagaman di Indonesia dan mengajak peserta untuk menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Begitu banyak yang dapat dibahas dalam dua poin tersebut. Dengan membahasnya kita dapat mengetahui lebih jauh masalah apa yang sedang kita hadapi. Ditambah lagi dengan pemikiran dari masing-masing individu, dapat melatih kekritisan peserta sehingga menemukan solusi terbaik untuk mengatasinya.


Hasil dari diskusi tersebut tidak selesai sampai situ saja.  Dengan membagikan kepada orang-orang di sekitar kita, tentulah lebih  banyak manfaat lagi yang akan kita terima. Selain itu, melalui acara ini dapat dilihat bahwa dalam suatu negara perlu adanya rasa toleransi dari seluruh masyarakat agar tercapainya negara yang lebih aman dan tenteram. 


Fodim's Highlight

OBAMA (Obrolan Bareng Mahasiswa)
feat. BKAK dan Warek III
Pada pertengahan Juni 2017, Unika Atma Jaya akan segera meresmikan kampus ketiganya yang terletak di Cisauk, Bumi Serpong Damai (BSD). Diresmikannya kampus ketiga ini sekaligus menjadi awal baru bagi beberapa fakultas di Semanggi yang berpindah ke kampus Cisauk,  seperti fakultas Teknik,  Teknobiologi, Hospitality dan sebagian dari mahasiswa fakultas Psikologi angkatan 2017. Perpindahan tersebut juga mempengaruhi sumber daya manusia dalam organisasi mahasiswa (ormawa) fakultas maupun universitas, terutama dalam keterlibatan kepanitiaan. Berdasarkan hal tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa (UKM Fodim) merasa perlunya suatu forum diskusi antara jalur 3 kemahasiswaan,  BKAK, dan juga ormawa untuk menanggapi kebijakan-kebijakan baru di Unika Atma Jaya, serta terkait kebijakan mengenai eksistensi ormawa di kampus Cisauk. Oleh karena itu, hadirlah “OBAMA” atau Obrolan Bareng Mahasiswa yang diselenggarakan pada 26 Mei 2017 lalu di Gedung D, Unika Atma Jaya. Seperti telah disampaikan di atas, acara Obama ini memiliki sejumlah tujuan, seperti untuk mensosialisasikan kebijakan baru terkait pembentukan cabang UKM/UKK di kampus BSD, menganalisis kebutuhan UKM/UKK terkait fasilitas di kampus BSD, dan menyampaikan keinginan untuk mengadakan pelatihan SDM bagi ormawa.
Anastasia Carolina sebagai Master of Ceremony
Maria Octavia sebagai Ketua Acara
Diskusi Obama yang diketuai oleh Maria Octavia ini dihadiri oleh perwakilan UKM/UKK di Atma Jaya. Acara obama ini menjadi semakin semarak dengan dibawakan oleh Master of Ceremony, yaitu Anastasia Carolina. Menariknya, pembicara dalam diskusi ringan nan segar kali ini adalah Dr. Tommy N. Tanumihardja, Sp. An selaku Wakil Rektor III Unika Atma Jaya yang baru bersama dengan Lisa Esti Puji Hartanti, S.Sos., M.Si selaku Kepala BKAK Unika Atma Jaya. Diskusi yang terbagi dalam dua sesi di mana pada sesi pertama yang berupa seminar, dimoderatori oleh Christian Reynaldo. Kemudian di sesi kedua yang berupa Focus Group Discussion dimoderatori oleh Ibu Lisa sendiri.
Dr. Tommy N. Tanumihardja, Sp. An (Wakil Rektor III Unika Atma Jaya)
Lisa Esti Puji Hartanti, S. Sos., M.Si (Kepala BKAK Unika Atma Jaya)
Dalam sesi seminar, Dr. Tommy membahas tentang “Implementasi Nilai Inti Unika Atma Jaya dalam Transformasi Pribadi dan Sosial Mahasiswa”. Beliau mengatakan bahwa sejak pengenalan kampus sudah ada nilai-nilai yang ditanamkan kepada mahasiswa untuk bertumbuh dan berkembang supaya dapat bertransformasi lebih baik. Kemudian, salah satu isu yang muncul adalah mengenai perpindahan ke Cisauk. Pindah memang bukan berarti kosong, tetapi ini seperti ekspansi mengembangkan dan bertransformasi untuk lebih besar lagi. Sekedar info, bahwa tahun 2019 mendatang, tujuan yang ingin dicapai oleh Unika Atma Jaya adalah Digital Social Entrepreneurship.

Untuk mencapai hal tersebut, salah satu prosesnya adalah ekspansi ke kampus BSD. Ibu Lisa menjelaskan mengenai “UKM Road to BSD”, di mana secara bertahap Atma Jaya akan pindah ke BSD. Sehingga nantinya di sana akan ada empat ruangan untuk UKM-UKM yang digunakan secara bersama dan saling berbagi dengan UKM lainnya. Di samping itu, ada hal yang lebih penting lagi bahwa rencananya BEM Universitas akan dihidupkan kembali untuk membantu jalur koordinasi kepada BKAK.

Bagaimana nih, Fodimers dan sobat Atma? Ingin tahu lebih mengenai hasil Focus Group Discussion yang diadakan, bisa intip di link ini ya: -> https://drive.google.com/drive/u/0/my-drive .