Senin, 01 Desember 2014

FODIM Highlight

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING
Hallo FODIMers! UKM kita, FODIM, memiliki kegiatan yang wajib diikuti oleh anggota baru FODIM yaitu Pelatihan Public Speaking. Acara yang merupakan rangkaian program kerja dari Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) ini berlangsung pada tanggal 18 Oktober 2014 dari pukul 08.00-selesai di gedung BKS 201 A, UNIKA Atma Jaya. Penyelenggaraan Pelatihan Public Speaking bertujuan agar setiap anggota baru UKM FODIM memiliki keterampilan untuk berbicara di depan umum.  
Pada Pelatihan Public Speaking kali ini dibawakan oleh  Ferry kurniawan (Sipos XXII), Elizabeth Patricia (Sipos XXII), Sylvester Lourico (Sipos XIX), Adolf Siddayatra (Sipos XXI) sebagai pembicara untuk membawakan sesi materi yang berkaitan dengan public speaking. Selain itu, acara ini juga dibawakan  oleh Christian Henry (Sipos XXII) sebagai MC. Acara Pelatihan Public Speaking yang merupakan rangkaian acara SIPOSTARU ini dihadiri oleh para pengurus UKM FODIM, angota SIPOSTARU XXIII ,dan beberapa alumni. 
Setelah para anggota SIPOSTARU XXIII  mendapat materi dari para pembicara, dalam waktu yang berbeda dari pemberian materi diadakanlah simulasi untuk para peserta SIPOSTARU XXIII untuk menampilkan masing-masing materi kepada semua yang hadir pada waktu simulasi tersebut. Tentunya, acara ini sangat bermanfaat bagi mereka untuk melatih kepercayaan diri, bagaimana body language saat berbicara di depan umum, volume, dan tentunya mengatur susunan materi yang mereka bawakan pada saat itu. Sekian yang dapat kami sampaikan tentang acara ini, semoga acara ini dapat bermanfaat bagi FODIMers yang sudah mengikuti acara Pelatihan Public Speaking. Thank you...


(ALT)

Jumat, 07 November 2014

MVP bulan Oktober

NAMA: Yoshua 
SIPOS:  XXIII       

    Halo FODIMers.. Setelah beberapa waktu lalu telah diadakan Pelatihan Public Speaking  dan sekarng kita sudah tahu nih siapa pemenangnya, sekarang kita simak yuk perbincangan dengan Yoshua sebagai pemenang Public Speaking sekaligus MVP bulan Oktober. 
Gimana perasaan kamu setelah tahu jadi pemenang public speaking? 
Perasaannya seneng banget bisa menang, dari 40-an anggota SIPOS XXIII yang keren-keren public speakingnya ternyata saya yang terpilih menjadi pemenang. Buat saya itu suatu pembuktian diri kalo saya emang ada kemampuan yang lebih di public speaking. 
Gimana sih persiapan kamu sehingga bisa menang public speaking? 
Yang pertama sih, ikutin aja aja point-point inti waktu kelas pelatihan public speaking seminggu sebelum tampil seperti kontak mata, gestures, intonasi suara, bawain materi berdasarkan kejadian nyata dll, tetapi dari itu semua yaitu harus bisa menghibur. Penonton akan kasih perhatian lebih saat materi yang dibawakan bersifat menghibur. Dan sesuain materi dengan durasi yang disediakan. Latihan di rumah pake stopwatch terus praktekin cara nyampeinnya supaya waktunya sesuai, engga kekurangan. kalo waktu udah pas tinggal latihan berulang-ulang supaya terbiasa dengan materinya sisanya ya pede aja untuk ngejalaninnya. 
Terus kamu ngerasain gugup ga sih pas lakuin public speaking? Gimana strategi kamu ngadepin kegugupan itu?  
Gugup saat dari tempat duduk jalan ke tempat tampil, iya.. deg-degan. Tapi pas udah di depan, dilihatin orang banyak langsung kuasain diri sebisa mungkin, jangan sampe kelihatan gugup. Selama nyampein materi-materi di public speaking, engga merasa gugup karena ada caranya yang secara ga langsung atau secara ga sadar gugupnya dialihin yaitu melalui ngomong yang agak cepet dan ga berhenti. Karena kalo berhenti terlalu lama, pasti gugupnya berasa tetapi dengan ngomong terus jadi lupa sama gugupnya, udah fokus ke materi. Cuma dampak negatifnya kalo ga terkontrol kadang jadi kecepetan ngomongnya dan ada kemungkinan engga didenger secara penuh sma penonton dan penonton jadi ga ngerti maksudnya. 
Adakah pesan atau tips dari kamu untuk anggota SIPOS XXIII  lainnya yang belom menang?  
Pesen saya yaa tetep semangat, masih ada kegiatan lainnya seperti coaching class dan moderator class yang kemungkinan temen-temen SIPOS XXIII menangin. Lakuin yang terbaik, jangan pernah takut gagal karena kalo gagal itu biasa masih tahap pembelajaran untuk jadi yang lebih baik setelah kegagalan itu. Akan tetapi, kalo ga pernah gagal, itu yang jadi masalah soalnya itu berarti ga pernah ngelakuin apa-apa. 

Rabu, 05 November 2014

FLASHNEWS OKTOBER-DESEMBER 2014

 


Daftar isi                                                                                   

HOT NEWS


Suara FODIMers 
Enjoy Jakarta

Recommended

Tahukah Anda?

FODIM's Writing
Sisi+ Jakarta

HOT NEWS

DARI PELANTIKAN HINGGA PESTA SYUKURAN RAKYAT PEMIMPIN BARU 

        Pada hari Senin, 20 Oktober 2014, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla resmi menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia setelah dilantik dan membacakan sumpah jabatan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan.
                Pelantikan Jokowi – JK itu berlangsung semarak. Pesaing Jokowi pada pemilihan presiden 9 Juli lalu, Prabowo Subianto, turut hadir. Prabowo hadir bersama pasangannya dalam pemilu presiden lalu: Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Golongan Karya: Aburizal Bakrie, dan Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera: Anis Matta.
 


    Setelah Pelantikan tersebut, Jokowi – JK diarak rakyat dengan menggunakan andong dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka untuk bertemu dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan acara pisah-sambut. Setelah itu, Presiden RI periode 2410-2019 ini dijadwalkan menghadiri konser rakyat di Monas. Beliau akan bernyanyi bersama Slank dan musikus lainnya sampai menjelang magrib. Acara bertajuk Syukuran Rakyat #Salam3Jari itu merupakan inisiatif para relawan untuk merayakan dilantiknya presiden terpilih Joko Widodo dengan wakilnya Jusuf Kalla.



Pada pukul 19.00 WIB, Jokowi kembali ke Monas untuk menghadiri acara pelepasan 300 lampion hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Pelepasan lampion ini menjadi puncak acara Pesta Rakyat #Salam3Jari. Pelepasan lampion dilakukan berbarengan di seluruh provinsi di Indonesia. Total ada 17.480 lampion yang akan diterbangkan. Di Jakarta sendiri 7.000 lampion dilepaskan dari Monas, Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah.


           Dalam acara Pesta Syukuran Rakyat itu, Presiden Joko Widodo mendapat piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia. "Beliau adalah presiden satu-satunya yang disambut dengan syukuran rakyat terakbar," kata pendiri MURI, Jaya Suprana, di Monumen Nasional, Jakarta, Senin malam, 20 Oktober 2014. Jaya menuturkan Jokowi memecahkan rekor dunia lantaran belum ada kepala negara di mana pun yang mendapat sambutan rakyat sebesar penyambutan Jokowi. "Dijamin tidak ada di dunia," ujarnya. Penghargaan ini merupakan persembahan dari rakyat. "Dengan harapan, Anda tidak lupa terhadap rakyat," ujar Jaya kepada Jokowi. Selain penghargaan tersebut, MURI juga menganugerahkan piagam pemecahan rekor untuk panitia penyelenggara syukuran rakyat. Penghargaan tersebut diberikan atas pelepasan 17.480 lampion secara serentak di 31 lokasi di Indonesia pada hari itu.

 (ALW)
 *dari berbagai sumber

TOKOH

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

Ahok
        FODIMers, siapa di antara kalian yang tak kenal dengan Basuki Tjahaja Purnama aka 'Ahok'? Sepak terjangnya dalam pembenahan Jakarta membawa namanya masuk ke headline berita-berita terkini. Berbeda jauh dengan pejabat dalam negeri yang pada umumnya identik dengan praktik korupsi, Ahok terkenal sebagai tokoh pejabat yang bersih, transparan, dan anti korupsi. Beliau juga dikenal karena gaya bicara dan komentarnya yang selalu blak-blakan serta tegas dalam memimpin. Bersama Jokowi, beliau berkerja sama dalam membangun Kota Jakarta. Atikel kali ini akan mengupas kehidupan pribadi Ahok dari kecil hingga menjadi sukses seperti saat ini. 

        Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama sempat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowi. Pria bermata sipit ini berasal dari tanah Belitung Timur yang pada usia remajanya merantau ke Jakarta. Hal ini bisa terjadi karena sebuah kepercayaan turun temurun yang tersebar di daerah luar Jawa. Kepercayaan tersebut menyebutkan bahwa “Jika ingin sukses, maka kita harus merantau”, dan merantau di sini maksudnya adalah pergi ke tanah Jawa. Hal ini tidaklah mengherankan, mengingat dulunya Jawa adalah pusat pemerintahan di Indonesia yang dipegang oleh kolonial asing. Oleh karena itu, segala kebutuhan di Jawa akan lebih mudah didapatkan karena selalu lancar proses supply-nya.
       Untuk dapat menjadi sukses seperti sekarang ini, banyak tahapan dan rintangan yang harus dilalui Ahok. Putra pertama dari tiga bersaudara buah hati pasangan Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsing ini harus berpisah dengan keluarga sejak SMA akibat merantau. Setamatnya dari SMA, Ahok kemudian mendaftar di Universitas Trisakti dengan fokus jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral. Bekal ilmunya dari universitas ini kemudian beliau manfaatkan untuk mengembangkan desanya di Belitung. Hal tersebut dibuktikan dengan didirikannya perusahaan kontraktor timah oleh Ahok setelah berhasil mendapatkan gelar Sarjana Teknik Geologi. Kemudian, untuk lebih menambah pengalaman dan ilmu di bidang bisnis, Ahok mendaftarkan diri untuk menjadi mahasiswa S-2 di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Setamatnya kuliah, beliau diterima bekerja di perusahaan kontraktor listrik dengan menjabat sebagai staf direksi bidang analisa keuangan.

           Setelah beberapa tahun bekerja, Ahok kemudian memutuskan untuk kembali mengabdikan diri di Belitung dengan mendirikan perusahaan pengolahan pasir kuarsa. Kerennya, di sini Ahok memperkenalkan teknologi baru dari Jerman dan Amerika yang membuat pabrik pengolahan pasirnya menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan teknologi terbaru. Dalam perkembangannya, apa yang dilakukan Ahok ini menjadi jalan awal untuk perkembangan industri di daerah pesisir Belitung. Ahok menikah dengan Veronica, S.T. kelahiran Medan, Sumatera Utara, dan dikaruniai 3 orang putra-putri bernama Nicholas, Nathania, dan Daud Albeenner.

        Mengenai riwayat politik Ahok, karirnya dimulai pada tahun 2004 dengan jabatan sebagai DPRD Belitung Timur. Kemudian pada tahun 2005 beliau mendaftarkan diri untuk menjadi bupati Belitung Timur berpasangan dengan wakilnya, Effendi. Namun, pada tahun 2007 Ahok melepaskan jabatannya karena beliau mendaftarkan diri untuk menjadi gubernur Bangka Belitung. Walaupun dalam pemilihan ini Ahok tidak berhasil menang, namun dukungan langsung dari Gus Dur yang sama-sama dari etnis Tionghoa sempat melambungkan namanya. Hal ini karena Ahok terbukti berhasil menerapkan komitmennya di Belitung Timur untuk membebaskan biaya kesehatan bagi seluruh masyarakat di sana. Pada tahun 2008, Ahok meluncurkan sebuah buku inspiratif mengenai perubahan wajah Indonesia. Buku inilah yang mungkin membawa Ahok dilirik Jokowi menjadi pendampingnya di pemilihan gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Komposisi karakter yang pas membuat mereka dengan telak memenangkan pemilihan Gubernur DKI. 

        Dalam perjalanan kariernya tersebut, berbagai macam penghargaan berhasil beliau raih. Beberpa penghargaan itu antara lain, gelar Tokoh Anti-korupsi pada 2007, tokoh pengubah wajah Indonesia versi Tempo, serta gelar tokoh kontroversial versi ASI pada 2013. Itulah sedikit ulasan tentang biografi dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), semoga pengalaman hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi FODIMers semua... 

 (ALW)
 *dari berbagai sumber