Rabu, 05 November 2014

Tahukah Anda?

Fakta-fakta Unik mengenai Jakarta

        Jakarta merupakan ibu kota negara Indonesia. Kebanyakan dari kita juga pasti tinggal di Jakarta atau setidaknya kuliah di Jakarta kan FODIMers? Akan tetapi ada beberapa fakta tentang Jakarta nih yang mungkin belum diketahui oleh FODIMers. Berikut adalah fakta-fakta unik mengenai Jakarta.

 1. Jakarta pernah berganti nama 13 kali
             Jakarta ternyata pernah berganti nama 13 kali. Awalnya, Jakarta merupakan sebuah pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa yang kemudian berubah nama menjadi Jayakarta. Pada saat pemerintahan Belanda, Jayakarta berganti nama menjadi Sta Batavia yang kemudian berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905. Pada masa pendudukan Jepang 8 Agustus 1942, nama Batavia diubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, nama Jakarta Toko Betsu Shi berubah menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta. Pada masa pemerintahan NICA, Jakarta kembali berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia. Pada tanggal 24 Maret 1950, nama Stad Gemeente diubah menjadi Kota Praja Jakarta. Pada tanggal 18 Januari 1958 Jakarta dinamakan Kota Praja Djakarta Raya dan di tahun 1961 dibentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya. 

 2. Jakarta masih punya hutan
                  Mungkin tidak ada yang menyangka kalau di wilayah Jakarta yang begitu padat dan penuh dengan bangunan, masih ada hutan-hutan yang menyejukkan. Salah satu hutan ini bernama Hutan Muara Angke yang berlokasi di pesisir utara Jakarta, Hutan Srengseng di Jl Srengseng Raya, Jakarta Barat, dan Hutan Kota Tebet di Jakarta Selatan. Hutan Muara Angke didominasi oleh pepohonan yang rindang. Kita bisa menikmati suasana hijau dengan berjalan di atas jembatan kayu sepanjang 843 meter dan ketinggian sekitar 20 meter disana. Selain itu, kita juga bisa melihat monyet-monyet liar. Selain Hutan Muara Angke, ada juga Hutan Srengseng yang memiliki pulau kecil buatan nan hijau. Kemudian, ada juga Hutan Kota Tebet yang juga ditumbuhi dengan pepohonan besar dan rindang. 

 3. Jakarta punya tempat ala luar negri
         Jakarta ternyata memiliki destinasi yang mirip dengan yang ada di luar negeri. Kantor Kementerian Pertanian di Jl Harsono RM No3, Ragunan, Jaksel, memiliki bangunan yang bentuknya sangat mirip Museum Louvre di Paris, Prancis. Keduanya juga sama-sama terbentuk dari kaca. Untuk bisa masuk ke dalam, kita harus menyebrangi jembatan terlebih dulu. Bangunan ini juga dikelilingi dengan kolam dan taman yang cukup luas. Selain itu, ada juga Gereja Katedral yang juga merupakan peninggalan Belanda. Arsitekturnya yang khas akan membuat kita merasa berada di Eropa. Untuk bisa masuk ke Gereja Katedral, kita harus terlebih dulu membuat perjanjian beberapa minggu sebelum kunjungan ke petugas.

 4. Jakarta punya dunia bawah laut
            Jakarta ternyata punya tempat untuk menyelam dan melihat dunia bawah laut. Tempatnya ada di Kepulauan Seribu. Selain itu, ada juga Pulau Pari yang membutuhkan waktu 2 jam pejalanan dengan menggunakan perahu dari Pelabuhan di Muara Angke untuk sampai ke sana. Lebih jauh ke barat laut, ada Pulau Tidung yang bisa kita nikmati keindahan alam bawah lautnya. Laut Pulau Tidung yang tidak begitu dalam dan memiliki air yang bersih memudahkan kita untuk melihat ke dalam laut. Selain itu ada juga Pulau Pramuka, Pulau Semak Daun, dan Pulau Air. Lalu di kawasan Kelurahan Pulau Kelapa, terdapat Pulau Harapan serta pulau-pulau lainnya, yaitu Pulau Bira dan Pulau Macan. Wah, ternyata di Jakarta ada juga ya tempat-tempat seperti ini!

 (rev)
 sumber:
 www.travel.detik.com 
www.news.liputan6.com

Selasa, 04 November 2014

FODIM's Writing

Hallo FODIMers... Pasti kalian penasaran kan siapa pemenang dari FODIM's Writing

Nah, untuk itu sekarang waktunya untuk kami menentukan siapa sih pemenang dari FODIM's Writing yang diadakan kurang lebih sebulan yang lalu oleh Divisi Jurnalistik dengan tema "Sisi positif Jakarta". Sebelum menyebutkan nama si pemenang, kami mengucapkan terima kasih kepada semua FODIMers yang telah ikut berpartisipasi dalam membuat dan mengirimkan artikel kalian kepada kami. Berikut nama-nama FODIMers yang ikut berpartisipasi dalam FODIM's writing ini :
-Nerisa Arviana (Sipos XXII-Divisi PD Eksternal)
-Clara Cindy (Sipos XXIII)
-Eka Purwati (Sipos XXIII)
-Reyhan Apriathama (Sipos XXIII)
-Prisky (Sipos XXIII)
-Marchel (Sipos XXIII)
-Yuliani (Sipos XXIII)  
Setelah pengumpulan artikel, selanjutnya kami membaca dan mempertimbangkan artikel-artikel tersebut mulai dari segi content, penulisan EYD yang benar, tata bahasa yang digunakan, dan dari banyak hal yang kami pertimbangkan. Lalu, kami berdiskusi untuk menentukan artikel yang terbaik dan akhirnya kami memilih satu artikel yang menurut kami layak yaitu hasil karya dari YULIANI (Sipos XXIII). Yeeee.... Congratulations buat Yuliani sebagai pemenang dari FODIM's Writing ini. Bagi si pemenang berhak mendapatkan  hadiah menarik yang diberikan oleh Divisi Jurnalistik dan tentunya artikel dimuat di blog FODIM ini.
          Akan tetapi, bagi kalian yang belum berkesempatan untuk menang jangan berkecil hati karena kalian dapat mengikuti FODIM's Writing berikutnya.hehe So, tetap semangat dan jangan berhenti untuk mencoba dan ikut berpartisipasi lagi yaa... Kami selalu menunggu partisipasi kalian lagi dan bagi FODIMers yang belum ikut berpartisipasi ayoo ikut untuk membuat dan mengirimkan artikel baik dari sipos baru (XXIII) atau sipos manapun karena dengan kalian menuangkan ide atau buah pemikiran kalian lewat tulisan itu sudah menunjukan bahwa kalian peka, tanggap, dan kritis dalam membahas suatu topik atau pembahasan tertentu. Tunjukan bahwa kalian FODIMers yang peka, tanggap, dan kritis! 

Artikel si Pemenang
Jakarta? What do you think?
Jakarta malam hari
    Panas, macet, polusi, padat, mungkin inilah yang identik dan seringkali terlintas di pikiran kita saat mendengar kata “Jakarta” But let’s we think and look again. Kota yang dijuluki tidak pernah tidur ini gak sepenuhnya buruk kok tetapi juga banyak kebaikan dan sisi positifnya. Apa saja sih??
     Pertama, banyak terdapat tempat wisata menarik yang hanya ada di Jakarta. Diantaranya terdapat Tugu Monas yaitu lambang ibukota Indonesia dengan lidah api emasnya, berbagai museum (sekitar 60 museum) seperti Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Layangan Jakarta, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Museum Fatahilah, Museum Satria Mandala, Museum Bahari, dan lain-lain. Kemudian ada Taman Mini Indonesia Indah dimana juga terdapat Green park, Skate park bagi para pecinta skateboard. Selain itu ada Taman Impian Jaya Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Kota Tua Jakarta, Stadion Gelora Bung Karno, Atmosfear dry-slider atau perosotan indoor berbentuk terowongan transparan berkelok-kelok yang terdapan di mall fx Sudirman dengan tinggi 20 meter dan panjang 46 meter.
      Kidzania yaitu pusat rekreasi dengan konsep edukasi bagi anak berumur 2-16 tahun yang berbentuk replika kota, Kepulauan seribu yaitu wilayah gugusan pulau di teluk Jakarta dan berbagai tempat wisata lainnya. Selain itu terdapat juga perpustakaan terlengkap di Indonesia yaitu Perpustakaan Nasional Indonesia di jalan Salemba 27 Jakarta Pusat, serta adanya Car free day untuk membersihkan paru-paru ibu kota setiap hari minggu dimana kita dapat bersepeda bersama-sama dan berbagai kegiatan seperti lomba lari dan lain-lain. 
        Kedua, mempunyai banyak lapangan pekerjaan. Bisa kita lihat sendiri Jakarta ini mempunyai perusahaan-perusahaan dengan gedung tinggi atau gedung pencakar langitnya serta pabrik dan usahawan sehingga membuka banyak lapangan pekerjaan. 
       Ketiga, kendaraan umum yang dapat ditemukan dengan mudah mulai dari ojek, bajaj, angkot, metromini, kopaja, bus umum, bus transjakarta (dimana jauh dekat hanya dengan membayar 2000 dimana dari jam 5-7 pagi dan 3500 untuk diatas jam 7 pagi), kereta, taksi dan lain-lain. Dengan mudahnya kendaraan, tentunya kita tidak perlu khawatir jika ingin pergi tetapi tidak mempunyai kendaraan pribadi. Di Jakarta juga terdapat bus City Tour (bus tingkat) yang dapat menjadi kendaraan untuk mengelilingi kota Jakarta dengan tanpa dipungut biaya sama sekali. Selain itu juga dipermudah dengan adanya jalan tol dalam kota.        
           Keempat, kita dapat menemukan dan membeli makanan dengan mudah. Mulai dari dengan yang menggunakan gerobak, motor maupun sepeda yang selalu keliling rumah, di tenda-tenda pinggir jalan, restoran pinggir jalan sampai restoran-restoran di tempat perbalanjaan. Selain itu, variasi makanannya-pun sangat banyak dan juga tentunya enak-enak mulai dari gado-gado, ketoprak, es goyang, es lilin, nasi goreng, bakso, sate, serta masakan-masakan barat maupun negara lainnya. Tempat makanan di Jakarta ini-pun selain makanannya enak tetapi mempunyai konsep yang unik seperti cafĂ© Hello Kitty, Beezy kaffee (dengan tema lebah), Awan Lounge  (suasana rooftop dan langit malam yang indah), Bibliotheque (menggabungkan restoran dan perpustakaan yang stylish) dan lain-lain. Selain itu sudah banyak juga minimarket maupun supermarket yang sudah merebak di Jakarta.
         Kelima, banyaknya pusat perbelanjaan baik berbentuk pasar grosir, ITC, plaza, square, mall sehingga kita dapat menemukan dengan mudah barang-barang seperti tas, sepatu, baju dan lain-lain dari harga yang murah sampai yang mahal sekalipun. Barang-barang “grosiran” atau “obralan” bisa dengan mudah kita temukan di pasar grosir sperti Pasar Tanah Abang dan juga Pasar Senen bahkan di tempat-tempat yang biasanya bertuliskan “ITC” yang sudah banyak merebak di Jakarta. Barang-barang dengan kelas menengah sampai mahal-pun dapat kita temukan di mall-mall dimana juga terdapat barang-barang impor seperti Zara, Charles and Keith Uniqlo dan lain-lain.
        Itulah beberapa sisi positif dari Jakarta yang mungkin masih banyak sisi positif lainnya yang belum dibahas di artikel ini. So, bagi orang Jakarta kita patut berbangga dan berbahagia tinggal di Jakarta dan tentunya ikut merawat dan menggembangkan sisi positifnya serta memperbaiki sisi negatif Jakarta sehingga sisi positif dari Jakarta ini semakin terlihat. Terima Kasih :)

Yuliani (SIPOS XXIII)
*dari berbagai sumber




(EST)