Selasa, 09 Februari 2016

Review Topic of the Week Jan 1


Divisi PD dan Jurnalistik

Maraknya Organisasi Ilegal Tuntut Kita Lebih Kritis


Hai, Fodimers! Tahun baru seakan menjadi lembaran baru untuk memulai hal menjadi lebih baik lagi. Namun, tahun baru kali ini warga Jakarta sudah digegerkan dengan serangan yang terjadi di ruas Jalan MH Thamrin pada Kamis (14/01/2016) pukul 10.40 WIB lalu. Serangan pada peristiwa ini terjadi sebanyak 4 kali di tempat berbeda, diantaranya ledakan bom di teras Starbucks dan pos polisi perempatan Sarinah serta baku tembak di pelataran parkir gedung Skyline dan tengah jalan MH Thamrin. Pada kejadian ini terdapat 7 orang korban tewas yang diantaranya 4 orang teroris, 2 orang warga Indonesia, dan 1 orang warga Kanada.

Ternyata Fodimers, pelaku di balik serangan ini diduga dari kelompok Bahrun Naim, alias Abu Sayyan, alias Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo yang kini berada di Suriah. Bahrun Naim itu sendiri adalah seorang warga negara Indonesia yang membentuk Katibah Nusantara atau Islamic State’s Malay Archipelago Combat Unit, yang merupakan bagian dari ISIS. Seperti yang Fodimers ketahui kalau ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) adalah sebuah kelompok militan ekstremis jihadis Salafi/Wahhabi yang dideklarasikan oleh Abu Bakr al-Baghdadi pada tanggal 9 April 2013. ISIS itu sendiri memiliki tujuan untuk mendirikan sebuah kekhalifahan negara Islam serta ingin menguasai dunia. ISIS ini juga menyusul terjadinya perang saudara di Irak dan Suriah dan tentu saja gerakan ini Ilegal serta proklamasi kemerdekannya bersifat sepihak (Pemerintah Suriah dan Pemerintah Irak maupun PBB tidak merestuinya).

Selain ISIS gerakan ilegal lainnya yang sempat menghebohkan warga Indonesia lainnya adalah Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Organisasi Gafatar ini mencuat setelah dokter Rica Tri Handayani menghilang dan diduga pernah mengikuti organisasi ini. Gafatar itu sendiri adalah suatu organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan budaya sejak 2011 silam. Namun, organisasi ini dikecam oleh warga sekitar sejak 2012 karena diduga berfiliasi dengan aliran sesat. Aliran sesat yang diajarkan oleh Gafatar diantarnya tidak wajib shalat, tidak wajib puasa, dan sebagainya. Karena alasan tersebut, Gafatar akhirnya resmi ditutup pada 2015 silam.

Semakin maraknya organisasi-organisasi ilegal yang beredar dikalangan masyarakat Indonesia, kita sebagai generasi muda harus selektif dalam memilih organisasi yang memberikan dampak positif bagi kita. Selain itu, kita sebagai generasi muda perlu mewaspadai adanya aktivitas yang disinyalir berbentuk kegiatan radikal terutama bagi mereka yang memiliki semangat perjuangan spiritual yang tinggi, namun tidak diiringi dengan pemahaman agama yang matang.
Nah, Fodimers, menurut kalian bagaimana caranya agar kita bisa menghindari organisasi/gerakan ilegal yang merugikan tersebut?


“Menurut gue sih kita harus cari tahu terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan organisasi tersebut sebelum kita bergabung dengan organisasi tersebut. Jika dirasa mencurigakan kita sebaiknya tidak bergabung dengan organisasi tersebut.”
-Yuliani (Sipostaru XXIII)-

“Kalau dilihat artikelnya dan di kehidupan sekitar sekarang, memang banyak sekali organisasi ekstrimis seperti itu ya. Kadang kalau kita ga kritis, kita bakal mudah sekali terpengaruh dan itulah yang terjadi sama mereka yang bergabung dalam organisasi-organisasi tersebut. So, kita yang Fodimers harus melatih banyak kekritisan kita mumpung kita masih banyak waktu untuk belajar.”
-Nerisa (Sipostaru XXII)-

“Tetap berpikir dan berperilaku positif”
-Natasha (Sipostaru XXIV)-

“Jangan mudah terpengaruh dan masuk di dalam kegiatan yang positif”
-E-

“Sering-sering berdiskusi”
-CR (Sipostaru XXIII)-

“Dilihat dari situasi dan kondisi seperti itu, kita lebih dituntut untuk berpikir kritis dalam setiap masalah yang kita hadapi. Karena, orang yang mudah tergerumus dalam organisasi tersebut adalah orang yang mudah terpengaruh dan biasanya mereka tidak punya pemikiran yang kritis sehingga mudah terpengaruh dengan hasutan dari organisasi tersebut (doktrin).”
-K.L.A.S.(Sipostaru XXIV)-

“Harus open-minded kan sekarang udah modern. Masih saja ikut-ikutan dengan aliran kayak begini. Dengan diiming-imingin duit atau kebahagian untuk keluarga kalau ikut ISIS atau dukung pengeboman tempat yang berlebel luar negeri? Menyedihkan sih.”
-Karinda (Sipostaru XXIII)-

“Kita tidak boleh takut dan kalah”
-Y-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar